Friday, 1 February 2013

CERITA HIJAB by “Suci”

Kisah inspiratif hijab kali ini berasal dari salah satu sahabat cantik yang mungil ini tapi gesit lho orangnya… katanya pake hijab bukan karena kesadarannya sendiri… mau tau gimana ceritanya…
Yuk dibaca kisahnya…


***

Assalamu’alaikum,

Perkenalkan, nama saya Suciana Permata Prayitno, 30thn, S1 Universitas Pasundan Bandung jurusan teknologi Pangan. Saat ini saya menjalankan bisnis Oriflame Simplebiznet dan berada di level Director.

Saya memakai hijab tepatnya di ulang tahun saya ke 21 tanggal 2 Juli 2003. Sebenernya saya dipaksa untuk pakai hijab dari sejak umur 17thn oleh  orang tua saya, tapi karena masih bandel dan masih doyan pake baju ketat, saya pikir ntar aja ahh kalo udah puas senang2nya. Saya malahan sempet bersitegang dengan orang tua, sampe kabur segala dari rumah cuma gara2 disuruh pakai hijab. Dan hidayah untuk memakai hijab itu datangnya malah di tempat kos dulu di Bandung. Kebetulan kampus saya di daerah Setiabudi Bandung dekat sekali dengan Pesantren Daarut Tauhid pimpinan Aa Gym yang lagi ngetop2nya. Sering banget liat perempuan muda wira wiri disana dan ga berkurang kecantikannya karena memakai hijab. Dan setiap malam jumat juga sering ikut pengajiannya. Lama kelamaan timbul kecintaan akan hijab dan akhirnya memutuskan untuk berhijab dengan ikhlas tanpa ada paksaan dari siapapun. Malahan ada rasa menyesal karena dulu sempat ngelawan orang tua. Saking senangnya orang tua saya melihat perubahan saya, langsung diberangkatkan umroh di bulan Agustus 2003. 

Pengalaman spiritual ini makin menguatkan kecintaan terhadap Allah dan ketaatan kepadaNya melalui hijab saya. Saya berjanji sampai kapanpu, tidak akan pernah melepaskan hijab saya. Alhamdulillah sluruh keluarga mendukung keputusan saya untuk berhijab. Yang agak merepotkan dulu adalah waktu sempat melamar pekerjaan ke beberapa perusahaan yang keberatan dengan hijab saya. Ternyata masih ada yaa yang diskriminatif seperti itu, tetapi rezeki memang tidak pernah tertukar dan janji Allah terhadap hambanya yang beriman juga tidak pernah ingkar. Akhirnya aku diterima bekerja di bank syariah terbesar di Indonesia, walaupun tidak sesuai dengan jurusan kuliahku tetapi aku merasa menemukan duniaku disana. Syukur alhamdulillah.


Sosok yang menginspirasi saya dalam berhijab adalah Inneke Koesherawati. Melihat beliau dengan latar belakangnya yang dulu sebagai pemain film, lalu dengan mudah Allah balikkan hatinya menjadi seorang muslimah yang taat membuat saya benar-benar salut.


Style hijab yang saya suka sebenernya simple aja karena saya ga bisa juga modifikasi hijab. Apapun yang menurut saya pantas dan nyaman untuk saya, itulah yang saya pilih. Setiap hari saya belajar untuk terus memperbaiki cara saya memakai baju muslimah dan hijab dan saya kenakan. Dan sekarang saya sedang membiasakan diri untuk memakai gamis dengan warna ceria supaya masih tetap terlihat modis namun tetap syar'i...

Sekali lagi saya mengucapkan syukur alhamdulillah pekerjaan saya saat ini tidak menghalangi saya untuk menggunakan hijab, malah saya sering memberikan pelatihan2 tentang cara memakai hijab.



Pesan saya untuk yang belum berhijab : 
Yang bernama manusia itu tidak akan ada titik puasnya, jadi jangan sampai perintah wajib Allah untuk berhijab belum kita penuhi sampai ajal menjemput hanya karena berpikiran belum puas dengan masa muda. Segeralah memakai hijab, dan berubah menjadi manusia yang baik sesuai dengan hijabmu. Yakinlah bahwa kecantikan tidak akan berkurang karena hijab. Dan cantik yang kekal itu adalah menurut penilaian Allah, bukan penilaian manusia.

Hijab cantik memberikan pilihan baru untuk para muslimah yang memang sedang haus akan ilmu tentang hijab. Saya sangat senang dan akan terus mengupdate berbagai ilmu yang diberikan oleh hijab cantik.



Wassalam,
/suci

No comments:

Post a Comment